Sumber Marga Telang — Sejumlah pekerja pengolahan sabut kelapa di wilayah Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, diduga bekerja tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan dan kesehatan para pekerja.
Berdasarkan pantauan di lapangan, para pekerja terlihat melakukan aktivitas pengolahan sabut kelapa secara manual, seperti pemisahan serat dan pengangkutan bahan baku, tanpa menggunakan sarung tangan, masker, maupun pelindung mata. Padahal, debu sabut kelapa dan alat kerja tajam berisiko menimbulkan gangguan pernapasan hingga luka kerja.

Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya mengaku selama bekerja tidak pernah diberikan APD oleh pihak pengelola usaha. “Kami kerja seadanya, tidak ada sarung tangan atau masker. Kalau sakit atau terluka, tanggung sendiri,” ujarnya.
Aktivitas pengolahan sabut kelapa tersebut diketahui telah berjalan cukup lama dan menjadi sumber mata pencaharian bagi warga sekitar. Namun, minimnya perhatian terhadap keselamatan kerja menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja (PAK).
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola usaha belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tidak disediakannya APD bagi para pekerja. Sementara itu, masyarakat berharap instansi terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja, dapat melakukan pengawasan serta pembinaan guna memastikan hak dan keselamatan pekerja terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.( Ry )












