Sumber:infokrw/instagram
Polda Metro Jaya merilis tercatat 15 penumpang meninggal dunia akibat insiden kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di stasiun Bekasi Timur malam lalu Senin (27/04/2026).
Karodokpol Pusdokkes (Kepala Biro Kedokteran Kepolisian Pusat Kesehatan dan Kedokteran Polri) Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan memberi keterangan bahwa indentifikasi korban insiden kecelakaan Argo Bromo dan KRL menggunakan data primer dan sidik jari serta data sekunder seperti barang milik korban.
Tercatat 10 jenazah yang berada di RS Polri Kramat Jati, 3 jenazah di RSUD Kota Bekasi, 1 jenazah di Rumah Sakit Bella Bekasi dan 1 jenazah di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.
Kronologi insiden kecelakaan Kereta Argo Bromo dan KRL, di awali sebuah taksi listrik green SM yang terhenti di tengah rel kereta yang jaraknya tidak jauh dengan stasiun Bekasi Timur.
Berdasarkan informasi dari Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo taksi listrik tersebut terhenti di tengah rel kereta lalu di hantam oleh KRL di jalur perlintasan dekat bulak kapal,’ Kata Franoto kepada awak media, Senin (27/4/2026).
Insiden kecelakaan terjadi pukul 20.57 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Namun berdasarkan keterangan dari Kepala Seksi Olah, Kumpul dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Polri Komisaris Sandhi Wiedyanoe menyatakan bahwa taksi listrik tersebut mengalami korsleting listrik di tengah rel kereta sehingga taksi tersebut terhenti hingga tabrakan antara KRL dan taksi tersebut tak terhindarkan.
Berdasar keterangan dari Komisaris Sandhi Wiedyanoe, akibat insiden tabrakan tersebut, KRL jurusan Kampung Bandan-Cikarang tertahan di stasiun Bekasi Timur.Namun pada waktu dan jalur bersamaan, KA Argo Bromo jurusan Gambir (Jakarta)-Pasar Turi (Surabaya) melaju dari belakang KRL yang tertahan di stasiun Bekasi Timur dengan kecepatan 110 kilometer per jam hingga terjadi insiden tabrakan antara Argo Bromo dengan KRL.Badan KA Argo Bromo menembus gerbong khusus wanita KRL hingga gerbong ringsek dan terbelah.
Namun hingga saat ini pihak KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) beserta Kementerian Perhubungan sedang melakukan investigasi lebih lanjut terkait insiden kecelakaan tersebut.
(Bagus Prasojo)/Jurnalis











