Sumber :Green SM Indonesia/Instagram
Insiden kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Di Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/04/2026) malam merupakan salah satu tragedi terparah sepanjang sejarah perkeretaapian Indonesia.Insiden tersebut menyebabkan 15 penumpang meninggal dunia.
Insiden tersebut dipicu akibat taksi listrik Green SM terhenti di tengah rel kereta yang disebabkan korsleting listrik hingga terjadi tabrakan antara KRL dan taksi tersebut.Akibat insiden tersebut, KRL Kampung Bandang-Cikarang terhenti, namun di waktu dan jalur bersamaan KA Argo Bromo jurusan Gambir (Jakarta)-Pasar Turi (Surabaya) melaju kecepatan tinggi hingga menabrak gerbong bagian belakang KRL tersebut.
Setelah insiden tersebut, perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia saat ini menjadi sorotan publik, hingga satu hari setelah kejadian tersebut, manajemen Green SM Indonesia merilis pernyataan hingga 3 kali postingan di akun Instagram milik Green SM Indonesia.Di postingan dua hari yang lalu, manajemen Green SM Indonesia merilis pernyataan sebagai berikut;
“Pernyataan Resmi Green SM Indonesia”
Kami menyampaikan duka dan belasungkawa secara mendalam kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban.Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman.
Saat ini insiden tersebut masih dalam investigasi dan belum dapat kesimpulan resmi dari pihak yang berwenang.Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi.
Keselamatan dan transparansi menjadi prioritas utama kami.Kami berkomitmen menjaga standart operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang dan masyarakat.
Green SM Indonesia
Namun hingga saat ini pihak manajemen Green SM belum mengambil tindakan terkait insiden kecelakaan tersebut.












