Anggaran Mebel Bapenda Banyuasin Disorot, Dinilai Kurang Prioritas di Tengah Tekanan Keuangan

  • Share

BANYUASIN-  Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banyuasin menganggarkan pembelian mebel senilai Rp 101.804.000 pada Tahun anggaran 2026 ini.

 

Tentunya penganggaran pembelian mebel itu dianggap kurang tepat, terutama di saat kondisi keuangan Pemkab Banyuasin yang sedang sulit.

 

Setelah adanya pengurangan dana TKD (transfer ke daerah) Rp 525 miliar oleh pemerintah pusat.

 

Kemudian pembayaran hutang PEN Rp 191.353.977.000 yang dibayar secara dicicil Pemkab Banyuasin sampai Tahun 2029.

 

Harusnya uang ratusan itu juta itu dapat dialokasikan untuk kegiatan atau program yang lebih menyentuh kepada masyarakat seperti pembangunan jalan, perbaikan ruang kelas dan lain sebagainya.

 

Berdasarkan data Sirup LKPP, Badan Pendapatan Daerah telah mengalokasikan anggaran senilai Rp Rp 101.804.000 untuk pembelian mebel dengan sistem e – purcashing.

 

Sementara itu Edhi Haryono Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuasin saat dihubungi no hp WhatsApp yang bersangkutan dalam keadaan tidak aktif.

 

Sekretaris Bapenda Dwi Handayani saat dihubungi mengatakan kalau meja dan kursi itu sudah cukup lama diajukan oleh pihak UPTD. Namun baru terealisasi pada Tahun 2026 ini, dan nantinya akan di bagikan ke UPTD Bapenda dan juga di kantor Bapenda.”Mereka butuh,”ucapnya.

 

Kemudian untuk sofa, itu diperuntukkan di bagian depan untuk tamu nunggu.”Banyak patah kaki (meja), serem kalau duduk disitu,”jelasnya.(qda)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *