ACEH – Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik pertambangan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, pengelolaan air asam tambang menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi industri batubara. Namun, tantangan tersebut kini mulai diubah menjadi peluang melalui inovasi pengolahan yang tidak hanya mampu mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi operasional perusahaan. Sabtu (18/6/2026)
Langkah nyata itu terlihat pada pengelolaan air asam tambang di wilayah pertambangan batubara MIFA, Meulaboh, Aceh, serta Borneo Indo Bara (BIB), Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Melalui proses pengolahan yang terukur dan berstandar tinggi, air asam tambang yang sebelumnya berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan kini dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan operasional pertambangan.

Penerapan sistem ini menjadi bagian dari prinsip ekonomi sirkular yang semakin berkembang di sektor pertambangan modern. Air yang telah diolah dan ditingkatkan kualitasnya digunakan kembali sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber air bersih atau air baku. Selain menciptakan efisiensi penggunaan sumber daya, langkah tersebut juga memperkuat komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas industri dan kelestarian lingkungan.
Keberhasilan pelaksanaan program pengelolaan air asam tambang di dua wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) tersebut tidak terlepas dari peran PT Intracon Parama yang dipercaya untuk menangani pekerjaan strategis tersebut. Bagi perusahaan, kepercayaan yang diberikan klien bukan sekadar hubungan bisnis, melainkan fondasi utama dalam membangun keberhasilan proyek yang berkelanjutan.
Direktur Utama PT Intracon Parama, Dr. Ir. Ahmad Nahwani, ST, MT, IPU, yang akrab disapa Bang Iwan, mengatakan bahwa kepercayaan merupakan elemen yang sangat menentukan dalam setiap proyek konstruksi maupun pengelolaan lingkungan yang dijalankan perusahaan.
Menurutnya, ketika klien memberikan kepercayaan penuh kepada kontraktor, maka koordinasi dapat berjalan lebih efektif, pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, dan berbagai potensi kendala yang dapat menghambat pelaksanaan proyek dapat diminimalkan sejak awal.
“Kepercayaan klien adalah modal terbesar dalam menjalankan sebuah proyek. Dengan adanya kepercayaan, komunikasi menjadi lebih terbuka, koordinasi lebih efektif, dan seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Bang Iwan.
Ia menambahkan, hubungan kerja yang dibangun atas dasar profesionalisme dan saling percaya juga mampu mengurangi risiko terjadinya konflik hukum maupun pembengkakan biaya yang sering muncul akibat miskomunikasi dalam pelaksanaan proyek.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan rekayasa lingkungan, PT Intracon Parama terus menempatkan kualitas pekerjaan sebagai prioritas utama. Setiap proyek yang ditangani selalu memperhatikan keseimbangan antara aspek biaya, ketepatan waktu pelaksanaan, mutu pekerjaan, keselamatan kerja, serta perlindungan lingkungan.
“Kami selalu memperhatikan aspek biaya, waktu, mutu, keselamatan kerja, dan lingkungan dalam berbagai proyek yang kami tangani. Bagi kami, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi klien, masyarakat, dan lingkungan sekitar,” tegasnya.
Pengolahan dan pemanfaatan kembali air asam tambang yang diterapkan di MIFA dan BIB menjadi bukti bahwa industri pertambangan dapat berkembang tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui inovasi, teknologi, dan komitmen yang kuat, air yang sebelumnya dianggap sebagai limbah kini mampu diubah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat nyata bagi operasional perusahaan sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem.
Di tengah tuntutan global terhadap praktik pertambangan yang semakin bertanggung jawab, langkah yang dilakukan PT Intracon Parama bersama para mitranya menjadi contoh bahwa pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan masa depan pertambangan Indonesia yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan. (Dws)












