Jalan Rusak Tak Pernah Diperbaiki, Pembangunan Tak Terlihat! Tapi di Pesta Lalampa, Wakil Bupati Parigi Moutong Juara 1 Mutlak Urusan Makan DI MANA HATI SEORANG PEMIMPIN? HARUSKAH SEPERTI INI TERUS?

  • Share

PARIGI MOUTONG – Di tengah keluhan panjang masyarakat yang setiap hari harus berjuang melewati jalanan yang rusak parah, berlubang di sana-sini, dan nyaris tak ada perubahan berarti dari segi pembangunan, wajah pemerintahan daerah ini justru terlihat sangat bersinar dan luar biasa gesit. Namun sayangnya, semangat dan ketangkasan itu hanya terlihat saat berhadapan dengan hidangan lezat di acara pesta.

 

Fakta pahit ini kembali terungkap dengan sangat jelas dan nyata saat berlangsungnya acara Pesta Lalampa yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Parigi Moutong. Di momen tersebut, terlihat kontras yang sangat menyedihkan sekaligus menggelikan bagi seluruh rakyat yang menyaksikannya, seakan dunia ini terbalik begitu saja.

 

Apabila kita menelusuri hampir seluruh penjuru wilayah Kabupaten Parigi Moutong saat ini, pemandangan yang kita temukan sungguh memprihatinkan. Jalan raya utama maupun jalan penghubung desa kondisinya rusak parah, lubang-lubang besar dan kecil berserakan tanpa ada yang menambal, aspal hancur tak berbentuk, dan jalanan tanah yang becek saat hujan serta berdebu tebal saat kemarau. Sudah berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun lamanya, rakyat menanti uluran tangan dan perhatian, namun tak ada satu pun tanda-tanda perbaikan jalan atau pembangunan berarti yang terlihat. Anggaran pembangunan seolah lenyap entah ke mana, atau mungkin terserap sepenuhnya ke hal-hal yang jauh berbeda dari tujuan mulia untuk kesejahteraan rakyat.

 

Namun, lain halnya jika kita melihat Wakil Bupati kita saat beliau sudah duduk manis di antara tumpukan hidangan jamuan pesta.

 

Di Pesta Lalampa tersebut, terlihat jelas sosok Wakil Bupati hadir dengan semangat berkobar-kobar, wajah berbinar-binar, dan antusiasme yang benar-benar tak tertandingi oleh siapa pun. Di sini, di atas meja makan yang penuh sesak dengan aneka makanan lezat dan minuman nikmat, beliau menampakkan kinerja yang sangat cemerlang, kecepatan tangan yang luar biasa, serta ketangkasan yang tak dimiliki orang lain. Boleh dikatakan dengan suara lantang tanpa ragu sedikitpun: Kalau urusan makan dan menghabiskan jamuan pesta, Wakil Bupati Parigi Moutong adalah Juara 1 Mutlak, tidak ada lawan dan tak terkalahkan.

 

Beliau yang kita kenal begitu lambat, begitu pelan, acuh tak acuh, dan seolah tak punya tenaga serta alasan saat diminta turun tangan memperbaiki jalan atau memikirkan kemajuan daerah, seketika berubah menjadi sosok yang paling sigap, paling bertenaga, dan paling bersemangat seisi ruangan begitu piring dan sendok berada di tangannya. Kelihaian beliau menyantap hidangan, kecepatan beliau menghabiskan apa yang tersaji, dan kemampuan beliau menikmati setiap suapan sungguh luar biasa mengagumkan. Sayang sekali, kehebatan dan tenaga besar ini hanya terpakai untuk mengurus perut semata, bukan untuk mengurus nasib rakyat.

 

Rakyat hanya bisa mengelus dada, menghela napas panjang, dan menggelengkan kepala dengan mata berkaca-kaca melihat kenyataan pahit ini. Kita membutuhkan pemimpin yang juara dalam membangun jembatan, juara dalam meratakan jalanan, dan juara dalam menyejahterakan kehidupan. Namun apa yang kita miliki saat ini? Pemimpin yang seolah lupa jalan mana yang rusak parah, lupa di mana letak kewajiban dan janji jabatannya, tapi ingat betul jadwal pesta dan hafal luar kepala lokasi hidangan terlezat.

 

DI MANA HATI SEORANG PEMIMPIN? HARUSKAH SEPERTI INI TERUS?

 

Apakah tidak tersentuh sedikit pun perasaan Bapak saat kami, rakyat kecil, harus bergelut dengan jalanan rusak yang memakan korban kendaraan dan menyusahkan ekonomi kami? Apakah tidak ada rasa malu sedikit pun di dada Bapak, saat perut kami kenyang hanya dengan pesta sesaat, tapi nasib masa depan daerah ini dibiarkan terbengkalai begitu saja?

 

Sungguh sebuah ironi yang memilukan hati: Parigi Moutong yang penuh jalan berlubang dan mandek pembangunannya, namun ternyata sangat beruntung sekali memiliki Wakil Bupati yang sangat ahli dan juara sejati… hanya di atas meja makan.

 

Kapan giliran jalan kami diperbaiki, Pak? Atau keahlian juara Bapak memang dikhususkan selamanya hanya untuk urusan perut semata?

(Tim Peliput Berita Rakyat)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *