Diduga Arogan, Oknum Security RSUD Prabumulih Diprotes Keluarga Pasien

  • Share

PRABUMULIH 14/01/2026. Sumatera selatan. Citra pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih kembali menjadi sorotan. Seorang oknum petugas Security diduga bersikap arogan dan tidak profesional terhadap keluarga pasien yang tengah menjalani perawatan, Rabu (14/1/2026).

 

Peristiwa tersebut dipicu saat keluarga pasien menegur petugas Security yang dinilai melanggar etika saat menjalankan tugas jaga malam. Keluarga pasien berinisial Amrul. 35 tahun. menyampaikan keberatan karena petugas Security diduga. membuka tirai (tabir) kamar pasien secara langsung tanpa permisi, padahal pasien di dalam kamar adalah perempuan.

“Kalau hanya menegur dari luar kamar kami masih bisa terima. Tapi ini membuka tabir kamar dan melihat langsung ke dalam. Itu tidak pantas dan melanggar privasi pasien,” ujar Amrul kepada media.

 

Menurutnya, keluarga pasien tidak menolak keberadaan sekuriti yang bertugas menjaga keamanan dan barang-barang pasien. Namun, sikap dan cara bertugas harus tetap mengedepankan etika, sopan santun, serta menghormati privasi pasien.

 

“Security itu laki-laki, sementara pasien perempuan. Jangan asal buka tabir. Ada aturannya. Jangan mentang-mentang berseragam lalu seenaknya,” tegasnya.

 

Situasi memanas ketika oknum security tersebut justru menegur balik keluarga pasien dengan alasan merokok tidak pada tempatnya. Padahal, keluarga pasien mengaku sudah berada cukup jauh dari pintu kamar dan di luar area ruang perawatan.

 

“Bukannya menerima teguran, malah balik menegur dengan nada tidak pantas. Sikap seperti ini jelas membuat kami tidak nyaman,” lanjut Amrul.

 

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga pasien mendesak manajemen RSUD Kota Prabumulih, termasuk bagian humas dan pimpinan rumah sakit, untuk segera mengevaluasi kinerja petugas security. Mereka bahkan meminta agar petugas yang bersikap arogan tersebut dicopot apabila terbukti mengganggu kenyamanan dan ketenangan pasien.

 

“Kami minta pihak rumah sakit bertindak tegas. Jangan sampai pasien dan keluarga merasa terintimidasi di tempat yang seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman,” pungkasnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Kota Prabumulih belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan sikap tidak profesional oknum sekuriti tersebut. ( IC WAKA)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *